Mata Kuliah
Dasar Kultur Sel merupakan mata kuliah non-kredit yang dikembangkan dari mata kuliah Kultur Sel. Mata kuliah Kultur Sel merupakan mata kuliah wajib pada Prodi Teknik Bioproses dengan beban 3 sks pada mahasiswa Teknik Biopreses semester 4. Sedangkan Mata Kuliah Dasar Kultur Sel, merupakan Mata Kuliah yang dibuat lebih singkat dan padat jika dibandingkan dengan mata kuliah wajib Kultur Sel. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah penting bagi mahasiswa yang hendak melakukan studi dan riset berkaitan dengan bidang kultur sel. Kultur sel merupakan teknik pengambilan sel dari lokasi alaminya baik berupa jaringan, organ maupun media tumbuh alaminya. Kemudian, sel dari bagian yang diambil ditumbuhkan pada media artifisial steril yang disesuaikan dengan kebutuhan sel yang dikultur tersebut pada kondisi yang terkontrol. Saat ini penelitian berkaitan sel sudah semakin maju. Begitu juga di Indonesia, penggalian informasi terkait sel semakin lebih masif. Sehingga bagi mahasiswa ataupun calon peneliti di Indonesia, sangat memerlukan informasi mengenai dasar-dasar terkait teknik kultur sel. Sel yang dimaksud pada mata kuliah ini adalah sel hewan (mamalia), sel tanaman, dan mikroorganisme prokariotik seperti bakteri.
Metode pengajaran yang digunakan berbasis pada paradigma student-centered learning dengan perpaduan bentuk pembelajaran asinkronus dan sinkronus. Metode yang digunakan flipped classroom dan Question Based learning. Metode flipped classroom diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk belajar mandiri terlebih dahulu melalui materi pada platform MOOCs dan buku pustaka yang disarankan, kemudian diberikan juga video pembelajaran sebagai suplemen pembelajaran. Pada platform juga terdapat juga ruang diskusi dalam chat room platform yang dapat dilihat dan diakses oleh seluruh mahasiswa pengguna dan dosen pengampu. Pada ruang chat, dengan adanya metode flipped classroom diharapkan mahasiswa memiliki cukup pengetahuan awal untuk mendorong diskusi yang lebih interaktif dan kontekstual bersama dengan teman serta fasilitator (dosen).
Pada akhir sesi, mahasiswa diberikan pertanyaan (question-based learning) sebagai pemicu untuk menggali topik secara lebih dalam.
Bahasa yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar adalah Bahasa Indonesia.

Skill Level: Beginner